SELAMAT DATANG DI WAJAH KONSELING KREATIF

Prokrastinasi Mahasiswa

0

Posted by mohamad awal lakadjo | Posted in | Posted on 14.55


LAPORAN
UJIAN AKHIR SEMESTER
Diajukan untuk pemenuhan ujian mata kuliah Praktikum Pemahaman Individu Teknik Nontes
Di tujukan kepada dosen pengampu : Aam Imaddudin, M.Pd
oleh
Mohamad Awal. Lakadjo_111410116_5B_Soal No 10

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
2013





Berdasarkan hasil pengolahan data dengan jumlah responden 100 orang mahasiswa dan 72 item pernyataan baik secara kelompok maupun individu, ada ketidakvalidan pada pernyataan-pernyataan yang dihimpun, dan beberapa pernyataan tersebut dibuang antara lain pada indikator persepsi diri, pendekatan tugas yang buruk, kurangnya ketegasan, dan sulit bekerja sama dengan orang lain, yang semua itu terletak pada aspek faktor penyebab, selanjutnya ada satu indikator pada aspek area prokrastinasi kelompok yakni tugas mengarang yang di buang, dan beberapa pernyataan pada indikator kinerja akademik, sedangkan pada aspek pengalihan kapasitas beberapa pernyatan yang dibuang antara lain pada indikator menunggu waktu yang tepat untuk belajar, dan berhenti belajar karena merasa tidak sehat.
Maka dari itu di bawah ini akan dijelaskan tentang profil Prokrastinasi Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (PM-UNG) baik data secara kelompok dan individu.
Grafik 1
Prokrastinasi Mahasiswa berdasrkan Aspek-aspeknya
(Data Kelompok)

Grafik di atas dapat terlihat prokrastinasi mahasiswa berdasarkan aspek-aspek prokrastinasi, pada aspek faktor penyebab prokrastinasi mahasiswa mencapai 60,915 % yang ditandai dengan (1) kecemasan; (2) persepsi diri; (3) mencari kesenangan; (4) ketidakaturan waktu; (5) ketidaksesuaian dengan lingkungan sekitar; (6) pendekatan tugas yang buruk; (7) kurangnya ketegasan; dan (8) sulit bekerjasama dengan orang lain; serta (9) stres dan keletihan. Selanjutnya pada aspek area prokrastinasi mencapai 63,422 % yang ditandai (1) belajar menghadapi ujian; (2) membaca; (3) kinerja akademik. Selanjutnya untuk aspek yang terakhir yaitu pengalihan kapasitas mencapai 62,164 % yang ditandai dengan (1) melamun; (2) tidak berkonsentrasi; (3) berfikir masih ada waktu yang lain; (4) mengerjakan tugas jika perasaan dalam keadaan senang; (5) menunggu waktu yang tepat untuk belajar; (6) merencanakan belajar kemudian tidak belajar; (7) berhenti belajar karena merasa tidak sehat; (8) menyerah ketika ada hambatan dalam belajar; (9) mengalhkan diri dari tugas; (10) menghabiskan banyak waktu untuk melakukan hal lain selain belajar; (11) dan penik ketika belajar.
Agar dapat mudah dipahami, Prokrastinasi Mahasiswa UNG bisa terlihat pada tabel 1 di bawah ini.
Tabel 1
Prokrastinasi Mahasiswa berdasrkan Aspek-aspeknya
(Data Kelompok)

NO
ASPEK
PERSENTASE (%)
1
Faktor Penyebab
60,915
2
Area Prokrastinasi
63,422
3
Pengalihan Kapasitas
62,164



Selanjutnya pada data individu yang mengalami prokrastinasi berdasarkan jumlah responden yang dikelompokkan dalam empat level, dapat terlihat pada grafik di bawah ini.
Grafik 2
Prokrastinasi Mahasiswa berdasrkan Level-levelnya
                                                     (Data Individu)                                                    
Pada grafik 2 di atas bisa terlihat sekian orang yang mengalami prokrastinasi, pada level sangat tingi berjumlah 5 orang mahasiswa yang merupakan tipe individu yang senantiasa melakukan prokrastinasi dari waktu ke waktu, atau melakukan prokrastinasi setiap harinya, selanjutnya pada level tinggi berjumlah 45 orang mahasiswa yang merupakan tipe kronis karena prokrastinasi yang dilakukan sudah menjadi gaya hidup, prokrastinasi yang dilakukan menyebar di semua area kehidupannya, tidak jauh berbeda dengan level sedang yang berjumlah 36 orang mahasiswa yang merupakan termasuk pada individu yang berada pada bayang-bayang tekanan untuk mencapai kesuksesan, selalu dibelenggu dengan perasaan takut gagal sehingga melakukan prokrastinasi, sedangkan level yang terakhir yakni level rendah berjumlah 12 orang mahasiswa merupakan individu yang bersifat apatis, cuek dengan berbagai tugas yang sedang atau yang harus dilakukan, merasa bisa melakukan di lain waktu dan kecenderungan melakukan sesuatu yang lebih menyenangkan dan masuk akal untuk dilakukan.
Agar dapat mudah dipahami, jumlah mahasiswa yang mengalami Prokrastinasi Mahasiswa UNG bisa terlihat pada tabel 2 di bawah ini.
Tabel 2
Prokrastinasi Mahasiswa berdasrkan Level-levelnya
(DataIndividu)

NO
LEVEL
JUMLAH (f)
1
Sangat Tinggi (ST)
5
2
Tinggi (T)
45
3
Sedang (S)
36
4
Rendah (R)
12